Rp25,000.00

Dekke Naniura masakan yang dibuat dari ikan mas berbumbu yang disajikan tanpa proses memasak memakai api, namun di proses dengan bumbu air jeruk asam.

Category: Tag:

Description

Dekke Naniura Menikmati Rasa Khas dari Sumatra Utara

Naniura merupakan masakan yang berasal dari tanah Tapanuli Utara, leluhur orang Batak Toba. Dekke Naniura merupakan masakan yang dibuat dari ikan mas berbumbu yang disajikan tanpa proses memasak memakai api, namun “dimasak” dalam bumbu air jeruk asam yang berbahan dasar utte jungga ataupun jeruk jungga ( sejenis jeruk purut khas Sumatera Utara).

Air asam pada jeruk jungga bisa memasak ataupun lebih tepatnya mendenaturasi protein pada daging ikan mas yang menyebabkan kolagennya terputus serta dagingnya jadi empuk sehabis direndam sepanjang kurang lebih 4 jam, tidak hanya itu pH rendaman naniurayang asam menewaskan parasit serta bakteri kuman yang ada dalam daging ikan mas. Naniura berbumbu dasar kunyit dengan keseriusan kepedasan yang menusuk lidah. Bumbu naniura yang harus yang lain merupakan andaliman ataupun merica batak, bahan ini bisa ditemui di penjual santapan khas batak.

Andaliman membagikan sensasi pahit ataupun baal pada ujung lidah yang hendak membuat nafsu makan terus menjadi meningkat. Dekke Naniura pula ditambahkan batang kecombrang yang menambahka aroma serta rasa asam yang menyegarkan. Tidak hanya itu tidak kurang ingat ditambahkan kacang tanah serta kemiri ke dalam bumbu perendam naniura yang tadinya disangrai serta setelah itu dihaluskan buat membagikan rasa gurih kedalam masakan ini.

Sejarah Dekke Naniura

Untuk sejarah, sulit rasanya bertanya pada orang yang tepat di sini. Beberapa kali pertanyaan tentang asal usul hadirnya Dekke Naniura pada orang yang berbeda, sayang, tidak ada yang mengetahuinya. Jawaban yang saya dapet, mentok-mentok “Bumbu rahasia dari Leluhur”.

Walaupun asal usul hadirnya Dekke Naniura di tengah-tengah masyarakat Batak ini penting untuk diketahui, ya sementara sembari mencari referensi terpercaya, rasanya tak salah ya jika kita berkenalan terlebih dahulu dengan bumbu dan cita rasanya yang menggoda.

Dekke Naniura adalah makanan yang terbuat dari Ikan Emas ( Dekke = Ikan), jadi bahan utamanya ya tentu saja ikan emas.

Sebetulnya, terserah saja memilih ukuran ikan emas yang akan diolah. Namun, menurut beberapa sumber, akan jauh lebih baik jika menggunakan ikan emas yang tidak terlalu besar. Jika ditimbang, ya sekitar 3-4 ekor per kg nya.

Menurut mereka, ikan emas dengan ukuran di atas duri dan tulangnya belum terlalu banyak. Sehingga tidak akan terlalu merepotkan konsumen saat mengonsumsi produk akhirnya.

Nah, kalau berbicara tentang mengeluarkan perut ikan, pengolah kudu ekstra hati-hati. Kalau kemarin, Bapak menggunakan cutter knifeyang benar-benar baru dan tajam untuk mengeluarkan perut ikan. Caranya, bagian atas ikan (dekat sirip) dipotong mengarah ke bagian ekor ikan emas yang sebelumnya telah dibuang sisiknya. Kemudian disusul dengan potongan yang mengarah ke bagian kepala ikan.

Selanjutnya, potongan tersebut perlahan diteruskan ke bagian perut ikan sampai bagian tulang ikan dan seluruh isi perut terlepas dari daging ikan. Bagian tulang dan isi perut ikan dipisahkan, lalu daging ikan dicuci hingga bersih lalu ditiriskan.

Pastikan ikan benar-benar tiris dari air tersebut karena akan memengaruhi cita rasa Dekke Naniura.Air yang masih berada di daging ikan biasanya membuat rasa akhirnya sedikit hambar dan rasa air.

Campuran Bumbu

Jika tahapan-tahapan di atas telah usai dilakukan, selanjutnya adalah menyiapkan nampan kering yang dapat menampung seluruh ikan yang disajikan.

Untuk 3 ekor ikan emas yang kami olah kemarin, dibutuhkan sekitar 6 jeruk nipis. Sebanyak 3 buah pertama diperas sembari disaring untuk memisahkan bulir jeruk dan bijinya lalu air perasan dimasukkan ke dalam wadah saji Dekke Naniura nantinya.

Selanjutnya, seluruh bumbu yang telah ditumbuk dimasukkan ke dalam wadah yang telah berisi perasan air jeruk tersebut lalu dicampur hingga benar-benar merata. Kalau sudah begini nih, duh, aromanya bukan main menggugah selera.

Daging ikan yang telah ditiriskan dimasukkan ke dalam campuran bumbu tersebut. Bumbu yang telah merata kemudian dibalur hingga menutupi seluruh daging ikan.

Selanjutnya, 3 jeruk nipis terakhir dimasukkan dan diratakan kembali untuk menyempurnakan bumbu dan memaksimalkan proses fermentasi ikan. Tutup, kemudian tunggu sekitar 2 jam.

Menikmati Lezatnya Dekke Naniura

Usai menjalani serangkaian pengolahan di atas, maka, 2 jam kemudian Dekke Naniura siap untuk disantap.

Warnanya kuning menyala dengan aroma khas fermentasi, teksturnya lembut dengan bagian kulit yang sedikit elastis. Dan rasanya asam dan pedes getir khas Andaliman yang semakin dimakan, semakin bikin nagih. Apalagi kalau kemiri terasa jelas dalam tiap gigitannya. Duhh, percaya deh, kamu ngga bakal berhenti makan sampai Dekke Naniurabenar-benar habis.

Pedas getir itu gimana sih? Itu lho, pedesnya di lidah doang, ngga sampai ke perut. Beda sama pedas cabai.

Jadi gimana? Udah nyobain kuliner dari Sumatera Utara ini belum?

Tidak perlu jauh-jauh mampir ke Sumatera Utara. Udara sejuk dan segar di sini tepat banget untuk menyantap makanan selezat itu. Percaya deh.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Dekke Naniura”

Your email address will not be published. Required fields are marked *